Postingan

Generasi Simbolik dan Politik

Generasi Milenial/Simbolik dan Politik Para ahli filsafat moral sosialog abad ke 18, adalah Charles horton (1864-1929), William. I.Thomas (1863-1947), George Herbert Mead (1863-1931). Mereka mempunyai teori mengenai Interaksionisme simbolis, yang mencatat bahwa individu mengevalusai perilaku mereka sendiri dengan membandingkannya dengan orang lain. Manusia mengunakan simbol untuk mengembangkan pandangan mereka mengenai dunia dan untuk saling berkomunikasi. tanpa simbol, kehidupan sosial kita tidak akan lebih canggih daripada kehidupan sosial hewan. Tanpa simbol, kita tidak akan mempunyai ibu, bapak, guru, dosen, profesor, dll. dengan simbollah umat manusia mendefinisikan, berkomunikasi, dan menempatkan diri dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.  Selanjutnya, interaksioanisme simbolis akan berperilaku atau bertindak bagaimana kita mendefinisiskan diri kita dan orang lain. mereka mengkaji interaksi tatap muka, mereka melihat bagaimana orang menangani hubungan di anatar...

Kampus dan Radikalisme

Kampus dan Radikalisme Koran Sindo Senin, 9 Juli 2018 - 06:22 WIB Aom Karomani  Guru Besar FISIP dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Lampung PENELITIAN  Badan In­telijen Negara (BIN) mencatat pada 2017 sekitar 39% mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi (PT) di In­donesia terpapar radikalisme. BIN melaporkan terdapat 24% mahasiswa di PT dan 23,3% siswa di sekolah lanjutan atas (SLTA) setuju dengan jihad da­lam rangka menegakkan Ne­gara Islam Indonesia. Malah temuan GP Anshor me­nye­butkan sejumlah masjid di ber­bagai lembaga negara terma­suk di PT, BUMN, hingga in­ternal Polri sudah terpapar pa­ham tersebut. Bahkan ada ang­gota Polri yang tertarik dengan ideologi radikal itu. Hasil pe­ne­litian Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2016 le­bih gawat lagi, ter­dapat 84,8% sis­wa dan 76% guru di sekolah se­tuju dengan pe­n­e­rap­an sya­riat Islam dan yang cukup me­ngejutkan dalam sur­vei itu di­temukan 4% orang Indo­nesia menyatakan setuju den...

Arab Dulu, Kini, Dan Indonesia Sekarang

Gambar
Arab Dulu, Kini, Dan Indonesia Sekarang FITRAH Jumat, 26 Januari 2018 Zaman dahulu kala, khususnya pada zaman Nabi Muhammad, kondisi alam arabia gersang dan tandus karena terdiri dari padang pasir dan bebatuan. Air merupakan kebutuhan primer yang sulit di peroleh secara melimpah seperti sekarang. Oleh karena itu, khususnya di Mekah, pertanian tidak mungkin berkembang. Salah satu mata pencaharian yang mungkin pada saat itu adalah beternak dan berdagang. Kala itu, para bangsawan kota Mekah dikenal sebagai para pedagang handal dan mereka sering berkunjung ke kota-kota sekitarnya, seperti kota Syam, Yaman, dan Yerusalem untuk melakukan transaksi perdangan dan sekaligus untuk memperluas jaringan lalu lintas perdagangan. Karena kota mekkah berada di jalur perdangan dan tempat singgah para pedagang dari kota-kota di sekitarnya, membuat Mekah mengalami perkembangan yang pesat. Walaupun kota Mekah berkembang karena banyaknya para bangsawan yang berdagang, tapi kondisi ma...

*Buya Hamka dan Kemerdekaan Berpendapat (2)

kemerdekaan yang sebenarnya bagi tiap-tiap manusia, ialah bahwa orang bebas mengatakan apa yang terasa, bebas berbuat sekehendak hati, asal kebebasan itu tidak merusak kewajibannya sendiri dan tidak mengurangi atau kemerdekaan dan kebebasan orang lain. kemerdekaan dengan batas yang demikian tidaklah akan mengurangi hak pemerintah. karena pemerintahlah yang bertanggung jawab dan menjaga agar sampai agar tiap-tiap masyaakat itu di dalam melakukan kemerdekaannya keluar daripada kedua garis yang tersebut tadi, yaitu melakukan kewajibannya dan tidak merusak bagi orang lain (masyarakat). falsafah budi pro buya hamka hal 18 kemerdekaan berpikir mesti diberikan negara kepada rakyatnya. karena berpikir itu adalah keutamaan manusia yang utama bahkan pikiran itulah yang membedakan manusia daripada binatang, dan pikiran itulah yang menyebabkan manusia menjadi makhluk yang paling mulia di permukaan bumi ini, dan kenaikan mutu pikiran itu adalah yang membawa masyarakat kepada kemajuan. manu...

*Buya Hamka dan Kemerdekaan Berpendapat (1)

Kebebasan Berpikir dan Berpendapat Kebebasan manusia menurut fitrahnya. mausia dilahirkan merdeka. dia datang dari dalam perut ibunya tidak meneganal perbedaan. sebab itu hendaklah dalam hidupnya dia tetap merdeka, tidak diikat oleh belenggu perbudakan dan tawanan. merdeka menyatakan perasaan, merdeka lenggang dirinya, pulang dan perginya. merdeka dalam segala anugerah yang diberikan Allah sejak dia lahirt tanpa mengganggu kemerdekaan orang lain atau ketentraman masyarakat ramai. maka tidaklah akan bersih dari dan jernih hidup manusia kalau kemerdekaan itu terbtas atau dibatasi. prof buya hamka, falsafah hidup hal 318 kewajiban yang paling utama dalam masyarakat ialah menghormati orang lain dalam kehidupannya, kemerdekaannya dan pribadinya, di hormati pula kepercayaan dan hak miliknya. dia pun berlaku demikian pula kepada kita, hak milik, kemerdekaan dan kepercayaan yang kita anut. menghormati kehidupan manusia itu adalah tujuan yang terutama dari hukum keadilan. kita diberi Al...

Kemerdekaan Indonesia, Refleksi HUT NKRI ke 73.

Pada saat ini, di tahun 2018 abad 21, khususnya masyarakat indonesia hidup di era modern ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi. setiap orang dengan mudah dan leluasa memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Dengan teknologi ini juga, orang dapat berselancar di internet untuk mencari informasi terbaru atau peristiwa yang terjadi negara di belahan dunia. Umat manusia juga bisa mendapatkan sumber ilmu pengetahuan yang tak terbatas dan dibutuhkan kejernihan atau kepintaran dalam mengolah setiap informasi yang dapatkan agar tidak terjebak dengan berita bohong atau (HOAX). Selain itu, dengan kecanggihan teknologi infromasi umat manusia dapat berinteraksi dengan individu di negara lainnya menggunakan aplikasi FACEBOOK, TWITTER, WHATS APP, INSTAGRAM, DLL. Pun sama dalam bidang transpotsasi, banyak perusahaan memproduksi aneka ragam jenis pesawat, mobil dan motor, dll. Perkembangan atau kemajuan teknologi informsi ini tidak terlepas dari peran...

*Nabi Muhammad SAW, Sang Pembawa Perubahan

Nabi Muhammad SAW, Pembawa Perubahan Agama islam dalam sejarah perkembangannya merupakan agama yang selalu menekankan pentingnya perubahan. Perubahan tersebut tidak hanya pada perilaku dan sifat manusia, melainkan juga pada cara pandang dan sistem. Perubahan inilah yang Rasulullah saw dan nabi-nabi sebelumnya tanamkan kepada umatnya. Salah satu ayat yang memerintahkan manusia untuk melakukan perubahan tersebut adalah "Sesungguhnya Allah swt tidak mengubah kedaan suatu kaum sehingga mereka sendiri mengubah keadaan yang ada pada diri mereka. Dan apabila Allah swt menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain dia". (Q,S,Ar-Rad [13]: 11) Pada saat ini, kondisi umat islam menjadi umat yang lemah posisinya dalam konstelasi lokal dan nasional. Bahkan sebagian wilayah umat islam masih terjajah dan dikuasai asing atau segelintir konglomerat. Seperti Irak, Afghanistan, Suriah, dll. Pun sa...