Postingan

*Sepakbola: Merubah Tragedi menjadi Romantik

*Sepakbola: Merubah Tragedi menjadi Romantik Menurut KBBI, Sepakbola terdiri dua kata. yaitu sepak dan bola. Sepak adalah sepak atau menyepak atau menendang. Bola adalah alat atau benda yang berbentuk bulat, berbahan karet, kulit dan ringan,dll. Sepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang menggunakan bola terbuat dari kulit, dan dimainkan oleh kedua atau kesebelaan tim. Sepakbola bertujuan mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan memasukan bola ke gawang lawan.Sepakbola dimainkan dalam lapangan terbuka yang berbentuk persegi panjang, diatas rumput alami atau rumput sintesis.  Sepakbola adalah salah satu jenis olahraga, olahraga tim yang terdiri dari 11 pemain, dari ke 11 pemain tersebut memiliki karakter dan posisi masing masing yang sudah di tetapkan. Sepakbola di mainkan di lapangan yang luas atau stadion. Lapangan sepakbola yang bagus terdiri dari tribun penonton yang berbentuk menengah dan ada juga yang megah untuk menampung para penonton/suporter yang datang menikma...

*Menghidupkan Toleransi dalam Bermasyarakat

*Menghidupkan Toleransi dalam Bermasyarakat Indonesia adalah dengan penduduk yang beragam, mulai dari perbedaan suku, agama, ras dan budaya. Di satu sisi, kondisi ini kerap dia anggap sebagai kekayaan yang harus di jaga dan dipelihara, dan keuntungan bagi negara. tetapi disisi lain, banyak perbedaan tersebut sesunggunya menjadi tantangan tersendiri atau memicu konflik horisontal dan menimbulkan kehancuran sendi-sendi kehidupan bermasyarakat.  Secara etimologi toleransi adalah tenggang rasa atau saling menghargai. Secara terminologi toleransi adalah sikap menghargai, membiarkan, dan membolehkan pendirian yang berbeda atau bertentangan (dalam segala hal) dengan pendirian diri sendiri. Toleransi/tasamuh di artikan sebagai usaha saling menghargai satu sama lain, baik antar sesama muslim, non muslim, sesama manusia, dll. tetapi nilai toleransi paling sering di kaitkan dengan masalah perbedaan agama. Toleransi adalah sikap yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. De...

*Agama Islam "Penopang" Teknologi Informasi (1)

*Agama Islam "Penopang" Teknologi Informasi (1) Memasuki abad kedua puluh satu, dunia internasional sedang mengalami sebuah perubahan besar yang dikenal  sebagai era globalisasi. Berkat kemajuan teknologi informasi, seperti televisi, komputer, satelit, antena parabola, kendaraan ruang angkasa hampir terdapat di setiap rumah tangga modern. Perubahan besar itu semakin menujukkan kelajuannya dengan adanya kemajuan di bidang teknologi transportasi yang juga semakin cepat. Dahulu, untuk menempuh perjalanan antarnegara dibutuhkan waktu sampai berhari hari, bahkan berbulan bulan. Sekarang ini, tidak hanya jendela internasional yang terbuka, pintu gerbang antar negara pun tampak terbuka lebar. Dalam era globalisasi, situasi dunia menjadi sangat transparan. Artinya, apa apa yang sedang terjadi di suatu negara dapat dilihat oleh masyarakat di negara lain dalam waktu yang bersamaan dengan selisih waktu beberapa detik atau bebebrapa menit saja. Lebih lanjut, dengan semakin transpar...

Masyarakat Indonesia dan Kesadaran Sejarah

Apakah yang terlintas di benak kita (warga masyarakat) setiap kita mendengar kata sejarah?. Umumnya masyarakat kerap menghubungkan kata sejarah dengan suatu ingatan peristiwa atau kejadian, tanggal, statistik, dan nama orang-orang. sementara yang lain menghubungkan dengan sesuatu yang antik dan tua. Ada pula yang menghubungkan dengan sesuatu yang membosankan, sesuatu yang tidak hidup, dan kepingan suatu peninggalan. Dalam kehidupan sehari-hari, di kedai kopi,sekolah-sekolah, kampus-kampus, medsos, dll, melihat dan mendengar ungkapan klise seperti,  "Masa lalu biarlah masa lalu atau Yang lalu biarlah berlalu, yang sudah terjadi biarlah terjadi untuk apa di kenang lagi". Mungkin pernyataan di atas ada benarnya juga, tetapi tidak semua peristiwa yang terjadi masa lalu dilupakan semua apa yang terjadi. Karena setiap dibalik peristiwa ada hikmah atau pelajaran yang bisa di ambil, dengan kejadian atau peristiwa di masa lalu masyarakat lebih mudah menghadapi peristiwa serupa seh...

Generasi Simbolik dan Politik

Generasi Milenial/Simbolik dan Politik Para ahli filsafat moral sosialog abad ke 18, adalah Charles horton (1864-1929), William. I.Thomas (1863-1947), George Herbert Mead (1863-1931). Mereka mempunyai teori mengenai Interaksionisme simbolis, yang mencatat bahwa individu mengevalusai perilaku mereka sendiri dengan membandingkannya dengan orang lain. Manusia mengunakan simbol untuk mengembangkan pandangan mereka mengenai dunia dan untuk saling berkomunikasi. tanpa simbol, kehidupan sosial kita tidak akan lebih canggih daripada kehidupan sosial hewan. Tanpa simbol, kita tidak akan mempunyai ibu, bapak, guru, dosen, profesor, dll. dengan simbollah umat manusia mendefinisikan, berkomunikasi, dan menempatkan diri dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.  Selanjutnya, interaksioanisme simbolis akan berperilaku atau bertindak bagaimana kita mendefinisiskan diri kita dan orang lain. mereka mengkaji interaksi tatap muka, mereka melihat bagaimana orang menangani hubungan di anatar...

Kampus dan Radikalisme

Kampus dan Radikalisme Koran Sindo Senin, 9 Juli 2018 - 06:22 WIB Aom Karomani  Guru Besar FISIP dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Lampung PENELITIAN  Badan In­telijen Negara (BIN) mencatat pada 2017 sekitar 39% mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi (PT) di In­donesia terpapar radikalisme. BIN melaporkan terdapat 24% mahasiswa di PT dan 23,3% siswa di sekolah lanjutan atas (SLTA) setuju dengan jihad da­lam rangka menegakkan Ne­gara Islam Indonesia. Malah temuan GP Anshor me­nye­butkan sejumlah masjid di ber­bagai lembaga negara terma­suk di PT, BUMN, hingga in­ternal Polri sudah terpapar pa­ham tersebut. Bahkan ada ang­gota Polri yang tertarik dengan ideologi radikal itu. Hasil pe­ne­litian Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2016 le­bih gawat lagi, ter­dapat 84,8% sis­wa dan 76% guru di sekolah se­tuju dengan pe­n­e­rap­an sya­riat Islam dan yang cukup me­ngejutkan dalam sur­vei itu di­temukan 4% orang Indo­nesia menyatakan setuju den...

Arab Dulu, Kini, Dan Indonesia Sekarang

Gambar
Arab Dulu, Kini, Dan Indonesia Sekarang FITRAH Jumat, 26 Januari 2018 Zaman dahulu kala, khususnya pada zaman Nabi Muhammad, kondisi alam arabia gersang dan tandus karena terdiri dari padang pasir dan bebatuan. Air merupakan kebutuhan primer yang sulit di peroleh secara melimpah seperti sekarang. Oleh karena itu, khususnya di Mekah, pertanian tidak mungkin berkembang. Salah satu mata pencaharian yang mungkin pada saat itu adalah beternak dan berdagang. Kala itu, para bangsawan kota Mekah dikenal sebagai para pedagang handal dan mereka sering berkunjung ke kota-kota sekitarnya, seperti kota Syam, Yaman, dan Yerusalem untuk melakukan transaksi perdangan dan sekaligus untuk memperluas jaringan lalu lintas perdagangan. Karena kota mekkah berada di jalur perdangan dan tempat singgah para pedagang dari kota-kota di sekitarnya, membuat Mekah mengalami perkembangan yang pesat. Walaupun kota Mekah berkembang karena banyaknya para bangsawan yang berdagang, tapi kondisi ma...