Postingan

*MERUBAH NASIB NEGARA INDONESIA

Fitrah TA 27 September pukul 13.47  ·  *Merubah Nasib/Keadaan Negara Indonesia (Refleksi Kondisi Indonesia terkini). umumnya umat islam, pernah membaca, mendengar dan melihat salah satu ayat dalam surah ar-rad ayat 11, yang berbunyi bahwa, "sesungguhnya Allah swt tidak akan mengubah nasib suatu kaum/bangsa, kalau mereka tidak ingin mengubah nasib/keadaan diri mereka sendiri". dari ayat diatas, salah satu tokoh bangsa, sering menguitp ayat di atas disetiap kali pidato2nya, dan bung karno sendiri mendapat indpirasi dari ayat di atas. seperti kata Bung Karno, "keadaan yang menumbuhkan kesadaran, bukan kesadaran yang mengubah keadaan". artinya bahwa, jika dulu pada zaman kemerdekaan, masyarakat indonesia karena hidup dibawah kekuasaan kolonialisme yang menjajah dan menjarah seluruh kekayaan alam indonesia, dan mengekspoitasi masyarakat indonesia seperti diadu domba, diperkosa, dan dikerja paksa sesuai keinginan para penjajah. karena deng...

*Jalan Dialog Perdamaian Indonesia

*Jalan Dialog Perdamaian Indonesia Jika kita membaca sejarah perjuangan bangsa, serta gugusan ideologis yang mendasari terwujudnya NKRI, maka tidaklah dapat diabaikan adanya konsep negara yang hendak menyatukan berbagai keanekaragaman dalam semangat persatuan indonesia. kemudian dikukuhkan dalam slogan Bhineka Tunggal Ika, baik dari keanekaragaman wilayah yang terbentang luas dalam berbagai gugusan pulau, sampai keanekaragaman budaya, agama, dan tradisi serta realitas kehidupan yang berbeda satu sama lain. Semua keanekaragaman diakui sebagai eksistensi negara dan bagian dari kehormatan suatu bangsa.(Prof.Musa Asy-Aryie, Hal:195). Membangun Dialog Kata dialog mengandung 2 pengertian:1). dialog sebagai media atau sarana untuk memecahkan suatu masalah melalui cara musyawarah untuk mendapatkan penyelesaian.2). teori konflik, dialog adalah cara pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah yang terjadi untuk mencapai suatu rasa keadilan, kebenaran dan keharmonisan....

*Pentingnya Manusia dan Akhlak Mulia dalam Bermasyarakat

*Peran Manusia dan Akhlak Mulia dalam Bermasyarakat Akhlak yang mulia/baik adalah semulia-mulianya sesuatu, sebaik baiknya manusia. dengan akhlak baik, manusia menjadi lebih tinggi derajatnya ketimbang derajat binatang!.  Manusia hanyalah sosok yang terdiri daging, urat dan darah. Demikian pula binatang. Ia juga sosok yang terdiri dari daging, urat dan darah. Kedua makhluk ini hanya bisa dibedakan melalui akhlak dan kecerdasan. Andai saja kedua hal ini lenyap, maka tidak ada lagi perbedaan antara manusia dan binatang. Tak pelak lagi, keduanya akan sama- sama bodoh. Bedanya, manusia bisa berbicara, sementara binatang tidak. Selain itu, kerapkali manusia berbicara keji, sesuatu yang tak pernah dilakukan binatang. Pada saat seperti itulah berlaku ketetapan: Yang diam lebih baik daripada yang berbicara. Yang tak bersuara lebih baik daripada yang tak bersuara.  Para filosof berupaya mengkaji bagaimana caranya agar manusia dapat membebaskan diri dari martabat hina-dina ini men...

Tahun Baru Islam, Semangat Baru Umat Islam Indonesia di Abad 21

Tepat pada hari Ahad ini, tanggal 1 september 2019, umat islam indonesia menyambut tahun baru islam, yaitu tahun baru ke 1441 H. Hampir di web online sebagian umat islam mengucapkan tahun baru islam ini dengan aneka harapan, saran dan doa baik bagi diri sendiri, masyarakat maupun untuk agama islam itu sendiri. Juga, tahun baru islam, tidak hanya sebatas diucapkan secara simbolis di web2 online, melainkan banyak cara dan agenda dilakukan oleh masyarakat indonesia khususunya yang beragama islam. Misalnya, kita bisa melihat di DKI Jakarta masyarakat menggelar festival obor, muhasabah diri, dan shalawatan,dll. Pun di Jawa Timur, masyarakat menggelar (grebeg suro) yang sudah menjadi tradisi disetiap kecamatan kota,dll. Tahun baru islam, hampir di ikuti atau disemarakan oleh seluruh masyarakat, baik dari golongan atas/pejabat pemerintah kota/desa,dll, hingga golongan bawah/masyarakat biasa, baik pemuda-pemudi, mahasiswa-mahasiswi, anak SMS,SD. Oleh karena itu, sebagai warga masyarakat y...

Narasi Bung Hatta, Kemerdekaan dan Indonesia di Masa Depan

Gambar
SPESIAL HUT NKRI KE-74 TAHUN 2019 Saudara-saudara, istimewa rakyat dan pemuda yang ikut bertempur di luar tentara dan laskar untuk membela tanah air! Bagi saudara-saudara sukar mengikuti kehendak pemerintah, sebab hati saudara panas dan kepala pun panas, dan saudara-saudara ingin berjuang sampai titik darah penghabisan. Saudara-saudara sangat marah pada waktu akhir ini melihat caranya belanda mau mencekik kita dan menjajah kembali. Keinginan saudara-saudara tak lain melainkan bertempur terus dan baru berhenti apabila musuh sudah dimusnahkan sama sekali. Saudara-saudara, semuanya itu kami mengerti. Saya melihat semangat rakyat yang berkobar-kobar di sepanjang jalan yang kami lalui sejak dari teluk betung sampai lewat danau toba, saya mempersaksikan kebulatan tekad pemuda kita untuk bertempur mempertahankan kemerdekaan tanah air. Semuanya itu adalah jaminan, bahwa kemerdekaan tanah air akan selalu terbelah. Rakyat indonesia bukanlah lagi rakyat yang bersemangat budak, tetapi r...

*Agama Sebagai Kompas Kehidupan 2

Agama Sebagai Kompas Kehidupan  II Seorang yang ingin terjatuh ketika berjalan di jalan raya atau sedang mengendarai kendaraan? Tidak ada. Semuanya ingin selamat. Tetapi supaya jangan jatuh, tentu ada aturan yang harus dipakai dan hukum yang harus dipatuhi. Dinegeri kita, misalnya, disuruh orang berjalan di sebelah kiri, dibagi tempat jalan kereta-angin atau sepeda, mobil atau orang yang berjalan kaki. Di tengah-tengah simpan berdiri polisi yang menjaga keamanan aturan perjalanan itu, mendahulukan yang dahulu, mengemudikan yang kemudian. Supaya jangan berselisih. Dan diadakan pula peraturan tempat kembali, seketika terjadi pelanggaran yang tidak diingini. [1] Demikian pulalah kita dalam perjalanan hidup. Tidak ada yang ingin rusak dan binasa, semua ingin selamat, ingin sehat. Tetapi supaya keinginan itu tercapai, dan tujuan perjalanan lurus, tidak terkencong, diadakanlah aturan yang mesti diingat dan diperhatikan oleh semua. Tempat kembali apabilka terjadi perselisihan. Itu...

Pembaharuan Pemikiran Muhammadiyah, Pendekatan Kesejarahan dan Kebudayaan.

ESSAY Oleh: Fitratul Akbar Hari Minggu, 29 Juli 2019, Rumah Singgah Syihabuddin, Kota Malang Jawa Timur. PENGANTAR Umumnya masyarakat ketika melihat dan mendengar istilah sejarah kerapkali, Dalam kehidupan sehari-hari, di Universitas, Sekolah-sekolah, Kedai kopi, Medsos, dan lain-lain muncul ungkapan klise seperti, “Masa lalu biarlah masa lalu atau yang lalu biarlah berlalu, yang sudah terjadi biarlah terjadi untuk apa di kenang lagi”. Sebagian ada menghubungkan kata sejarah dengan suatu ingatan peristiwa, tanggal, statistik, dan nama orang-orang. Sementara yang lain menghubungkan dengan sesuatu yang antik dan tua. Ada pula yang menghubungkan dengan sesuatu yang membosankan, sesuatu yang tidak hidup, dan kepingan suatu peninggalan. Mungkin persepsi atau memori dari ketiga kategori manusia   di atas ada benarnya juga, tetapi tidak semua peristiwa yang terjadi masa lalu dilupakan semua apa yang terjadi. Karena setiap dibalik peristiwa sejarah ada hikmah atau pelajaran yan...