Postingan

*Menjadi Manusia Cinta (2)

Cinta sebuah kata yang teramat indah dan sakral. Setiap manusia dalam hidupnya pasti memiliki rasa cinta. Cinta adalah komunikasi Tuhan yang sangat tinggi diberikan kepada manusia sejak lahir di bumi ini. Pada saat pertama kali sang bayi menagis, bayi itu sudah mendapatkan cinta yang tulus dari sang ilahi. Cinta begitu agung dan sakral, hingga tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata sebagus apapun. Cinta itu bukan kata-kata atau sebatas retorika. Melainkan cinta adalah perbuatan nyata dimana antara satu individu atau kelompok yang satu saling memberi dan menebar cinta kasih antar sesama. Syair Jalaludin Rumi diambil dari Matsnawi mengungkapkan bait puisi cinta: Lewat cintalah yang pahit jadi manis Lewat cintalah semua yang tembaga jadi emas Lewat cintlah semua yang endapan akan jadi anggur murni Lewat cintalah semua kesedihan akan jadi kebahagiaan Lewat cintalah si mati akan jadi hidup. Kita tidak bisa memungkiri bahwa dalam setiap denyut nadi dan helahan nafas kehi...

*Menjadi Manusia Cinta (1)

*Menjadi Manusia Cinta (1) Dalam semua ajaran agama dan filsafat, sepanjang sejarah telah memberikan banyak contoh tentang manusia yang dianugerahi kekuatan dan kebajikan cinta.   Ajaran agama dan filsafat yang di utarakan Toynbee di atas tentu menyangkut cinta yang mendasar atau esensi cinta.  Seorang ahli ilmu jiwa humanistik yang terkenal sekarang ini Erich Fromm, yang menulis buku  The Art of Loving  (1962), kurang lebih memberikan batasan arti cinta sebagai memperhatikan, mengenal, mengetahui, atau memahami, merawat, menjaga, memelihara objek yang dicintai, disamping juga memiliki tanggung jawab terhadap objek yang dicintainya, menghormati individu lain yang dicintainya, berani menanggung resiko dari sikap dan perbuatan cintanya, serta bersikap jujur, dan objektif terhadap individu yang dicintai tersebut. Keseluruhan sikap yang disebutkan oleh Fromm diatas adalah sikap manusia cinta. Syarat utama, menjadi manusia cinta adalah manusia yang mencintai di...

Politisi-Politisi yang Defisit Akhlak Malu

Negara kita indonesia ini sudah berada di lingkaran setan, sudah berada diujung tanduk, sudah berada di atas angin, sudah berada diambang kehancuran. Negara kita indonesia ini perlahan sendi-sendi negara kita, sudah nampak kebobrokan atau keruntuhan, dan bahkan tenggelam ke dasar lautan bumi pertiwi ini. Mungkin masih banyak lagi istilah-istilah lain yang menggambarkan betapa bobrok, hancur dan hilangnya wibawa dan jati diri kita sebagai negara yang besar, merdeka dan berdaulat ini. Negara kita indonesia ini sudah ruwet dan mumet, sulit menemukan benang merahnya, sulit mencari obat penawar yang bisa menyembuhkannya. Kalau diibaratkan seorang manusia, negara kita indonesia ini, sudah mengalami komplikasi, penyakit-penyakit atau virus-virusnya sudah menyebar dan menjangkiti ke seluruh jiwa raga/anggota tubuh, yang membuat pesakitan dan lumpuh, perlahan-lahan lumpuh, rapuh, dan hilangnya ruh seorang manusia itu. Begitulah analogi tubuh manusia, yang menggambarkan kondisi negara kita...

*Manusia Sosial penopang Akhlak Bangsa

*Manusia Sosial dan Akhlak Mulia Bangsa Negara kita indonesia ini adalah negara yang besar dan dihuni oleh ratusan juta penduduk dan mempunyai sumber daya alam melimpah dan memiliki keberagaman. Untuk itu, Satukan kesadaran dan pandangan untuk saling tolong-menolong dan gotong-royong antar sesama masyarakat yang menderita kesusahan atau musibah. Karena dengan kesadaran tolong-menolong itulah kita dapat mewujudkan negara yang bersatu dan menciptakaan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Singkirkan moral individualisme, kekerasan, persekusi, saling membenci dan mencaci maki antar sesama anak bangsa. Saat ini negara indonesia termasuk negara berkembang. Tantangan yang dihadapi oleh negara berkembang adalah banyaknya rakyat miskin, tingkat pendidikan rendah, akses kesehatan dan angka kematian sangat tinggi. Dan yang menjadi bahan renungan kita adalah penderita kemiskinan, kriminal, korupsi, saling memfitnah, mencemoooh, konflik intra agama itu adalah umat islam sendiri sel...

Cerpen: Siang di ICT

Siang itu, saya duduk di lantai bawah/dasar gedung Infokom. Kebetulan siang itu, saya baru balik dari kantor jurusan/program studi ekonomi syariah, untuk mengumpulkan tugas UTS Take-Home mata kuliah, Metodologi Penelitian Ekonomi Syariah. Sesampainya di gedung itu, saya langsung melihat-lihat kursi yang kosong. Mata saya langsung mengarah ke meja paling ujung timur sebelah barat. Kadang, saya menempati meja itu. Seperti hari-hari biasanya, yang membuat saya terkesan ketika berada di infokom adalah, saya bisa melihat-lihat dan menikmati keindahan bunga-bunga berwarna-warni, pepohonan hijau nan rindang, dan air mancur yang memancar di tengah danau. Selain itu, di arah barat. Terlihat sebagian mahasiswa-mahasiswa yang sedang duduk berderet-deret, ada yang sendirian dan kelompok yang mengikuti perkuliahan, ada yang istirahat sambil menatap layar gadget, membaca buku-buku, ada yang bersenda gurau dan bercanda ria bersama temannya masing masing. Juga ada, yang numpang eksis foto-foto d...

*Tentang Waktu, Pendidikan, dan Kematian

PERUBAHAN itu suatu keniscayaan, suka atau tidak suka umat manusia tetap menghadapi Perubahan. Hingga hari ini kita merasakan perubahan teknologi informasi, perkembangan ilmu pengetahuan, infrastruktur,dll. Tetapi hakikat perubahan adalah perubahan cara manusia berpikir dan berperilaku dalam masyarakat dan negara. Karena alam semesta dan masyarakat terus berkembang dengan ditandai pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi infomrasi, maka setiap manusia cenderung mengikuti perubahan-perubahan zaman yang baru tersebut kemudian mudah meninggalkan yang lama, juga karena menghadapi pesatnya perubahan zaman membuat manusia tidak siap menerima nilai-nilai yang baru dan mengalami culture shock atau future shock. Karena itu, agar tidak mengalami future shock maka setiap manusia kembali kepada norma/nilai agama, karena agama sekumpulan pedoman, petunjuk dan kompas yang menuntun umat manusia agar supaya menjalani aktivitas masa kini, dan kemudian mudah mencapai tujuan yang dicapai dimasa depa...

*Taman di Belakang Rumah

Secara umum, setiap manusia punya tempat favorit dalam mengisi waktu luang atau liburannya. Ada yang memilih mengunjungi pantai. Karena mereka bisa menikmati keindahan lautan, menikmati desiran gelombang, menikmati angin sepoi-sepoi, menikmati keindahan terumbu karang bawah laut, bisa makan besar dan bersenda gurau bareng sanak keluarga, bisa berinteraksi dengan warga lokal, bahkan bisa  mengunjungi pulau-pulau kecil terdekat lautan.  Selain itu, ada yang memilih mendaki pegunungan. Karena mereka bisa menantang diri mereka sendiri, mengukur potensi diri, dan bisa menikmati momen-momen suka duka dan canda bahagia bersama melewati disetiap perjalanan yang mereka lewati. Ya, tidak mengapa. Tidak ada yang salah dengan pilihan setia manusia dan keluarga dalam mengisi waktu liburannya. Karena memang setiap manusia punya ilihan, keinginan dan hati nurani masing-masing dalam menjalani kehidupan ini. Juga, Karena manusia memiliki watak dan pengalaman berbeda-beda dalam memilih...